Limbah Peternakan: Pengelolaan dan Pemanfaatannya
BAB 1. Pendahuluan tentang Limbah Peternakan
1.1 Pengertian dan Karakteristik Limbah Peternakan
1.2 Sumber dan Jenis Limbah Peternakan
1.3 Potensi Limbah dari Berbagai Jenis Ternak
1.4 Permasalahan yang Ditimbulkan oleh Limbah Peternakan
1.5 Pentingnya Pengelolaan Limbah Peternakan
BAB 2. Jenis dan Karakteristik Limbah Peternakan
2.1 Limbah Padat Peternakan
2.2 Limbah Cair Peternakan
2.3 Limbah Gas dan Bau
2.4 Limbah dari Kegiatan Pemeliharaan Ternak
2.5 Karakteristik Fisik, Kimia, dan Biologis Limbah
2.6 Kandungan Bahan Organik dan Unsur Hara
BAB 3. Limbah Kotoran Ternak dan Pengelolaannya
3.1 Karakteristik Kotoran Ternak
3.2 Komposisi Kotoran Sapi, Kambing, Domba, dan Unggas
3.3 Pengumpulan dan Penanganan Kotoran Ternak
3.4 Penyimpanan Limbah Kotoran
3.5 Pengurangan Kelembapan dan Bau
3.6 Pengelolaan Kotoran Secara Tepat
BAB 4. Pengelolaan Limbah Cair Peternakan
4.1 Sumber Limbah Cair Peternakan
4.2 Karakteristik Limbah Cair
4.3 Kandungan Bahan Organik dalam Limbah Cair
4.4 Pemisahan Padatan dan Cairan
4.5 Pengolahan Limbah Cair Secara Biologis
4.6 Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Cair
BAB 5. Pengelolaan Limbah Organik Peternakan
5.1 Konsep Pengelolaan Limbah Organik
5.2 Pemilahan dan Pengumpulan Limbah
5.3 Pengurangan Volume Limbah
5.4 Penguraian Bahan Organik
5.5 Faktor yang Memengaruhi Proses Penguraian
5.6 Pengendalian Kelembapan, Suhu, dan Aerasi
BAB 6. Pengomposan Limbah Peternakan
6.1 Konsep Dasar Pengomposan
6.2 Bahan Baku Kompos dari Limbah Peternakan
6.3 Tahapan Proses Pengomposan
6.4 Faktor yang Memengaruhi Kualitas Kompos
6.5 Pengendalian Suhu dan Kelembapan
6.6 Karakteristik Kompos yang Baik
6.7 Pemanfaatan Kompos Limbah Peternakan
BAB 7. Pemanfaatan Limbah Peternakan sebagai Pupuk Organik
7.1 Potensi Limbah Peternakan sebagai Sumber Unsur Hara
7.2 Pupuk Organik dari Kotoran Ternak
7.3 Pupuk Organik Cair dari Limbah Peternakan
7.4 Kandungan Nitrogen, Fosfor, dan Kalium
7.5 Penggunaan Pupuk Organik pada Tanaman
7.6 Pengaruh Pupuk Organik terhadap Tanah
7.7 Pemanfaatan Pupuk Organik dalam Pertanian
BAB 8. Pemanfaatan Limbah Peternakan untuk Biogas
8.1 Konsep Dasar Biogas
8.2 Bahan Baku Biogas dari Limbah Ternak
8.3 Proses Fermentasi Anaerob
8.4 Faktor yang Memengaruhi Produksi Biogas
8.5 Komponen Utama Biogas
8.6 Pemanfaatan Biogas sebagai Sumber Energi
8.7 Pemanfaatan Sisa Hasil Digesti
BAB 9. Pemanfaatan Limbah Peternakan sebagai Bahan Pakan
9.1 Potensi Limbah Peternakan sebagai Bahan Pakan
9.2 Jenis Limbah yang Dapat Dimanfaatkan
9.3 Nilai Nutrisi dan Kandungan Bahan Organik
9.4 Pengolahan Limbah untuk Bahan Pakan
9.5 Faktor Pembatas Penggunaan Limbah sebagai Pakan
9.6 Keamanan dan Kualitas Bahan Pakan
9.7 Pemanfaatan Bahan Pakan Berbasis Limbah
BAB 10. Pengelolaan Limbah Peternakan untuk Menjaga Lingkungan
10.1 Limbah Peternakan dan Kualitas Lingkungan
10.2 Pencemaran Tanah oleh Limbah Peternakan
10.3 Pencemaran Air dan Dampaknya
10.4 Emisi dan Bau dari Limbah Peternakan
10.5 Pengendalian Dampak Lingkungan
10.6 Sanitasi Lingkungan Peternakan
10.7 Hubungan Pengelolaan Limbah dengan Kebersihan Lingkungan
BAB 11. Pemanfaatan Limbah Peternakan dalam Pertanian
11.1 Integrasi Peternakan dan Pertanian
11.2 Pemanfaatan Kotoran Ternak sebagai Pupuk
11.3 Pemanfaatan Limbah Cair untuk Tanaman
11.4 Penggunaan Kompos dalam Perbaikan Tanah
11.5 Siklus Unsur Hara dari Ternak ke Tanaman
11.6 Pengelolaan Limbah dalam Sistem Pertanian Terpadu
11.7 Manfaat Limbah Peternakan bagi Produktivitas Pertanian
BAB 12. Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Peternakan secara Berkelanjutan
12.1 Konsep Pengelolaan Limbah Berkelanjutan
12.2 Pemilihan Metode Pengelolaan Berdasarkan Jenis Limbah
12.3 Efisiensi Pengelolaan Limbah di Peternakan
12.4 Pemanfaatan Limbah sebagai Sumber Daya
12.5 Pengurangan Limbah dan Pencemaran
12.6 Integrasi Pengelolaan Limbah Padat, Cair, dan Gas
12.7 Prospek Pemanfaatan Limbah Peternakan dalam Sistem Produksi Ternak dan Pertanian


