Sistem Produksi Sapi Potong: Manajemen, Pakan, dan Reproduksi
BAB 1. Konsep Dasar Sistem Produksi Sapi Potong
1.1 Pengertian dan karakteristik sapi potong
1.2 Tujuan dan prinsip produksi sapi potong
1.3 Sistem produksi dalam usaha sapi potong
1.4 Komponen utama sistem produksi
1.5 Hubungan genetik, lingkungan, pakan, dan manajemen
1.6 Indikator keberhasilan produksi sapi potong
BAB 2. Bangsa dan Karakteristik Sapi Potong
2.1 Pengelompokan bangsa sapi potong
2.2 Karakteristik sapi potong lokal
2.3 Karakteristik sapi potong hasil persilangan
2.4 Karakteristik sapi potong dari daerah tropis dan subtropis
2.5 Sifat pertumbuhan dan produksi berdasarkan bangsa
2.6 Pemilihan bangsa sapi untuk tujuan produksi
BAB 3. Manajemen Pemeliharaan Sapi Potong
3.1 Prinsip dasar manajemen pemeliharaan
3.2 Sistem pemeliharaan sapi potong
3.3 Manajemen berdasarkan kelompok umur
3.4 Pemeliharaan pedet
3.5 Pemeliharaan sapi muda
3.6 Pemeliharaan sapi dewasa
3.7 Pemeliharaan induk dan pejantan
3.8 Kebersihan dan kenyamanan lingkungan pemeliharaan
BAB 4. Manajemen Kandang dan Lingkungan Pemeliharaan
4.1 Fungsi dan persyaratan kandang
4.2 Tipe dan sistem kandang sapi potong
4.3 Tata letak kandang
4.4 Kepadatan dan ruang gerak ternak
4.5 Ventilasi, pencahayaan, dan kelembapan
4.6 Tempat pakan dan tempat minum
4.7 Sanitasi dan kebersihan kandang
4.8 Pengelolaan lingkungan pemeliharaan
BAB 5. Dasar-Dasar Nutrisi dan Pakan Sapi Potong
5.1 Pengertian nutrisi dan pakan
5.2 Kebutuhan nutrien sapi potong
5.3 Karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin
5.4 Peran air dalam produksi sapi potong
5.5 Serat dan bahan kering pakan
5.6 Kecernaan dan pemanfaatan nutrien
5.7 Faktor yang memengaruhi konsumsi pakan
BAB 6. Bahan Pakan dan Penyusunan Ransum
6.1 Jenis bahan pakan untuk sapi potong
6.2 Hijauan sebagai sumber pakan
6.3 Pakan sumber energi
6.4 Pakan sumber protein
6.5 Mineral dan vitamin
6.6 Karakteristik bahan pakan
6.7 Prinsip penyusunan ransum
6.8 Keseimbangan nutrisi dalam ransum
6.9 Frekuensi dan tata cara pemberian pakan
BAB 7. Manajemen Pakan Berdasarkan Fase Produksi
7.1 Pakan untuk pedet
7.2 Pakan sapi pertumbuhan
7.3 Pakan sapi penggemukan
7.4 Pakan induk bunting
7.5 Pakan induk menyusui
7.6 Pakan pejantan
7.7 Penyesuaian pakan berdasarkan kondisi tubuh
7.8 Evaluasi kecukupan pakan
BAB 8. Dasar-Dasar Reproduksi Sapi Potong
8.1 Sistem reproduksi sapi jantan
8.2 Sistem reproduksi sapi betina
8.3 Fisiologi reproduksi sapi
8.4 Siklus estrus
8.5 Pubertas dan kematangan seksual
8.6 Ovulasi dan fertilisasi
8.7 Kebuntingan
8.8 Faktor yang memengaruhi keberhasilan reproduksi
BAB 9. Manajemen Reproduksi Sapi Potong
9.1 Pemilihan induk dan pejantan
9.2 Deteksi birahi
9.3 Perkawinan alami
9.4 Waktu perkawinan yang tepat
9.5 Manajemen induk sebelum dan setelah perkawinan
9.6 Diagnosis kebuntingan
9.7 Manajemen sapi bunting
9.8 Manajemen menjelang kelahiran
9.9 Penanganan induk setelah melahirkan
BAB 10. Pertumbuhan dan Penggemukan Sapi Potong
10.1 Konsep pertumbuhan ternak
10.2 Faktor yang memengaruhi pertumbuhan
10.3 Pertumbuhan berdasarkan umur dan jenis kelamin
10.4 Hubungan pakan dengan pertambahan bobot badan
10.5 Sistem penggemukan sapi potong
10.6 Manajemen penggemukan
10.7 Pengukuran pertambahan bobot badan
10.8 Efisiensi penggunaan pakan
BAB 11. Kesehatan dan Kesejahteraan Sapi Potong
11.1 Konsep dasar kesehatan ternak
11.2 Ciri-ciri sapi sehat
11.3 Faktor penyebab gangguan kesehatan
11.4 Pencegahan penyakit melalui manajemen pemeliharaan
11.5 Kebersihan kandang dan peralatan
11.6 Manajemen kesehatan pedet
11.7 Penanganan ternak sakit
11.8 Prinsip kesejahteraan sapi potong
BAB 12. Evaluasi Sistem Produksi Sapi Potong
12.1 Konsep evaluasi produksi
12.2 Evaluasi pertumbuhan ternak
12.3 Evaluasi konsumsi dan efisiensi pakan
12.4 Evaluasi kinerja reproduksi
12.5 Evaluasi tingkat kelahiran dan kebuntingan
12.6 Evaluasi mortalitas dan kesehatan ternak
12.7 Pencatatan produksi dan reproduksi
12.8 Analisis efisiensi sistem produksi
12.9 Faktor pembatas dalam produksi sapi potong
12.10 Strategi pengelolaan produksi berdasarkan hasil evaluasi



