Fanya Publishing

Bioteknologi Tanaman: Konsep, Teknik, dan Aplikasi dalam Perbaikan Tanaman

Rp200,000

Bab 1. Pengantar Bioteknologi Tanaman (Bagus Herwibawa)
Bab 2. Dasar-Dasar Biologi Sel dan Molekuler Tanaman
Bab 3. Genetika Tanaman Untuk Bioteknologi
Bab 4. Kultur Jaringan Tanaman (Lulu Fatikhatul Maryamah)
Bab 5. Kultur Organ dan Kultur Sel Tanaman
Bab 6. Fusi Protoplas dan Hibridisasi Somatik
Bab 7. Marka Molekuler dalam Bioteknologi Tanaman
Bab 8. Rekayasa Genetika Tanaman
Bab 9. Bioteknologi Tanaman untuk Ketahanan Cekaman
Bab 10. Bioteknologi Tanaman untuk Peningkatan Produktivitas

Editor : –

Noted :

  1. Jika bab tidak bisa dipilih berarti sudah dipesan oleh penulis lain, silahkan pilih bab lainnya.
- +
SKU: N/A Kategori:

Bioteknologi Tanaman: Konsep, Teknik, dan Aplikasi dalam Perbaikan Tanaman

Bab 1. Pengantar Bioteknologi Tanaman
1.1 Pengertian Bioteknologi
1.2 Pengertian Bioteknologi Tanaman
1.3 Ruang Lingkup Bioteknologi Tanaman
1.4 Sejarah Perkembangan Bioteknologi Tanaman
1.5 Prinsip Dasar Bioteknologi Tanaman
1.6 Cabang-Cabang Bioteknologi Tanaman
1.7 Peranan Bioteknologi dalam Pertanian Modern
1.8 Hubungan Bioteknologi dengan Pemuliaan Tanaman
1.9 Keunggulan dan Karakteristik Bioteknologi Tanaman
1.10 Prospek Pengembangan Bioteknologi Tanaman
Bab 2. Dasar-Dasar Biologi Sel dan Molekuler Tanaman
2.1 Sel Tumbuhan sebagai Unit Kehidupan
2.2 Struktur dan Fungsi Dinding Sel
2.3 Membran Plasma dan Transport Molekul
2.4 Organel Sel Tumbuhan
2.5 Kloroplas dan Fotosintesis
2.6 Inti Sel dan Materi Genetik
2.7 Struktur DNA dan RNA
2.8 Replikasi DNA
2.9 Transkripsi dan Translasi
2.10 Regulasi Ekspresi Gen pada Tanaman
Bab 3. Genetika Tanaman Untuk Bioteknologi
3.1 Konsep Dasar Genetika Tanaman
3.2 Pewarisan Sifat pada Tanaman
3.3 Gen, Alel, dan Kromosom
3.4 Variabilitas Genetik Tanaman
3.5 Mutasi dan Perubahan Genetik
3.6 Rekombinasi Genetik
3.7 Plasma Nutfah sebagai Sumber Keragaman
3.8 Pemetaan Gen Tanaman
3.9 Seleksi Berbasis Genetik
3.10 Pemanfaatan Genetika dalam Perbaikan Tanaman
Bab 4. Kultur Jaringan Tanaman
4.1 Pengertian Kultur Jaringan
4.2 Konsep Totipotensi Sel Tumbuhan
4.3 Laboratorium Kultur Jaringan
4.4 Peralatan Kultur Jaringan
4.5 Media Kultur dan Komponennya
4.6 Zat Pengatur Tumbuh dalam Kultur Jaringan
4.7 Teknik Sterilisasi
4.8 Inisiasi Kultur
4.9 Multiplikasi Tunas
4.10 Induksi Perakaran
4.11 Aklimatisasi Planlet
4.12 Aplikasi Kultur Jaringan pada Tanaman Budidaya
Bab 5. Kultur Organ dan Kultur Sel Tanaman
5.1 Pengertian Kultur Organ dan Kultur Sel
5.2 Kultur Meristem
5.3 Kultur Tunas
5.4 Kultur Akar
5.5 Kultur Daun
5.6 Kultur Kalus
5.7 Kultur Sel Suspensi
5.8 Pertumbuhan dan Perkembangan Sel In Vitro
5.9 Regenerasi Tanaman dari Kultur Sel
5.10 Produksi Metabolit Sekunder
5.11 Faktor yang Mempengaruhi Kultur Sel
5.12 Pemanfaatan Kultur Organ dan Sel Tanaman
Bab 6. Fusi Protoplas dan Hibridisasi Somatik
6.1 Pengertian Protoplas
6.2 Struktur dan Karakteristik Protoplas
6.3 Isolasi Protoplas
6.4 Kultur Protoplas
6.5 Teknik Fusi Protoplas
6.6 Fusi Kimia
6.7 Fusi Listrik (Elektrofusi)
6.8 Hibridisasi Somatik
6.9 Regenerasi Tanaman Hasil Fusi
6.10 Seleksi Hibrida Somatik
6.11 Keunggulan Hibridisasi Somatik
6.12 Aplikasi Fusi Protoplas dalam Pemuliaan Tanaman
Bab 7. Marka Molekuler dalam Bioteknologi Tanaman
7.1 Pengertian Marka Molekuler
7.2 Prinsip Dasar Marka Molekuler
7.3 DNA sebagai Penanda Genetik
7.4 Teknik Polymerase Chain Reaction (PCR)
7.5 Marka RAPD
7.6 Marka AFLP
7.7 Marka SSR (Microsatellite)
7.8 Marka SNP
7.9 Analisis Keragaman Genetik
7.10 Identifikasi Kultivar Tanaman
7.11 Pemetaan Gen Menggunakan Marka Molekuler
7.12 Pemanfaatan Marka Molekuler dalam Pemuliaan
Bab 8. Rekayasa Genetika Tanaman
8.1 Pengertian Rekayasa Genetika
8.2 Prinsip Dasar Rekayasa Genetika
8.3 Identifikasi dan Isolasi Gen
8.4 Enzim Restriksi dan Ligase
8.5 Vektor Kloning
8.6 Konstruksi DNA Rekombinan
8.7 Transfer Gen Menggunakan Agrobacterium
8.8 Transformasi Genetik Secara Langsung
8.9 Seleksi Tanaman Transforman
8.10 Verifikasi Integrasi Gen
8.11 Ekspresi Gen pada Tanaman Transgenik
8.12 Produksi Tanaman Transgenik
Bab 9. Bioteknologi Tanaman untuk Ketahanan Cekaman
9.1 Konsep Cekaman pada Tanaman
9.2 Cekaman Biotik dan Abiotik
9.3 Mekanisme Ketahanan Tanaman
9.4 Ketahanan terhadap Hama
9.5 Ketahanan terhadap Penyakit
9.6 Ketahanan terhadap Kekeringan
9.7 Ketahanan terhadap Salinitas
9.8 Ketahanan terhadap Suhu Tinggi
9.9 Ketahanan terhadap Suhu Rendah
9.10 Ketahanan terhadap Cekaman Logam Berat
9.11 Peranan Gen Ketahanan
9.12 Pemanfaatan Bioteknologi untuk Tanaman Tahan Cekaman
Bab 10. Bioteknologi Tanaman untuk Peningkatan Produktivitas
10.1 Konsep Produktivitas Tanaman
10.2 Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas
10.3 Perbaikan Karakter Agronomis
10.4 Peningkatan Efisiensi Fotosintesis
10.5 Peningkatan Efisiensi Penyerapan Hara
10.6 Perbaikan Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman
10.7 Perbaikan Kualitas Hasil Panen
10.8 Biofortifikasi Tanaman
10.9 Percepatan Produksi Bibit Unggul
10.10 Produksi Tanaman Berdaya Hasil Tinggi
10.11 Integrasi Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman
10.12 Aplikasi Bioteknologi untuk Produktivitas Berkelanjutan

Scroll to Top