Availability: In Stock

Sosiologi Pertanian

SKU: N/A

Rp200,000

Sosiologi Pertanian

BAB 1. Pengantar Sosiologi Pertanian (A St Fatmawaty)
BAB 2. Konsep Dasar Sosiologi (Amruddin)
BAB 3. Masyarakat Pertanian
BAB 4. Struktur Sosial Masyarakat Pertanian
BAB 5. Kebudayaan dalam Masyarakat Pertanian
BAB 6. Proses Sosialisasi dalam Masyarakat Pertanian
BAB 7. Kelembagaan Sosial Tradisional Pertanian
(difokuskan pada konsep sosial, bukan peran lembaga formal)
BAB 8. Perubahan Sosial dalam Masyarakat Pertanian
BAB 9. Hubungan Kerja dalam Pertanian
BAB 10. Gender dan Keluarga dalam Pertanian
BAB 11. Mobilitas Sosial dalam Masyarakat Pertanian
BAB 12. Nilai Kerja dan Etos Kerja Petani
BAB 13. Integrasi Sosial dalam Masyarakat Pertanian

Noted :

  1. Hubungi admin untuk mendapatkan Promo yang sedang berlaku
  2. Jika bab tidak bisa dipilih berarti sudah dipesan oleh penulis lain, silahkan pilih bab lainnya.

Description

Sosiologi Pertanian

BAB 1. Pengantar Sosiologi Pertanian
1.1 Pengertian sosiologi
1.2 Pengertian sosiologi pertanian
1.3 Ruang lingkup kajian sosiologi pertanian
1.4 Objek dan subjek dalam sosiologi pertanian
1.5 Hubungan sosiologi pertanian dengan ilmu pertanian

BAB 2. Konsep Dasar Sosiologi
2.1 Individu dan masyarakat
2.2 Interaksi sosial
2.3 Kelompok sosial
2.4 Struktur sosial
2.5 Proses sosial

BAB 3. Masyarakat Pertanian
3.1 Pengertian masyarakat pertanian
3.2 Ciri-ciri masyarakat pertanian
3.3 Pola kehidupan masyarakat pertanian
3.4 Hubungan sosial di pedesaan
3.5 Sistem nilai dalam masyarakat pertanian

BAB 4. Struktur Sosial Masyarakat Pertanian
4.1 Stratifikasi sosial
4.2 Status dan peran sosial
4.3 Diferensiasi sosial
4.4 Hubungan kekeluargaan
4.5 Jaringan sosial dalam masyarakat pertanian

BAB 5. Kebudayaan dalam Masyarakat Pertanian
5.1 Pengertian kebudayaan
5.2 Unsur-unsur kebudayaan pertanian
5.3 Nilai dan norma sosial
5.4 Tradisi dan adat pertanian
5.5 Simbol dan makna dalam aktivitas pertanian

BAB 6. Proses Sosialisasi dalam Masyarakat Pertanian
6.1 Pengertian sosialisasi
6.2 Agen sosialisasi
6.3 Sosialisasi dalam keluarga petani
6.4 Sosialisasi nilai kerja pertanian
6.5 Pewarisan pengetahuan pertanian

BAB 7. Kelembagaan Sosial Tradisional Pertanian
(difokuskan pada konsep sosial, bukan peran lembaga formal)
7.1 Pengertian kelembagaan sosial
7.2 Norma dan aturan sosial lokal
7.3 Sistem gotong royong
7.4 Pola kerja sama dalam pertanian
7.5 Pengendalian sosial dalam masyarakat pertanian

BAB 8. Perubahan Sosial dalam Masyarakat Pertanian
8.1 Pengertian perubahan sosial
8.2 Bentuk-bentuk perubahan sosial
8.3 Faktor internal perubahan sosial
8.4 Faktor eksternal perubahan sosial
8.5 Dampak perubahan terhadap kehidupan petani

BAB 9. Hubungan Kerja dalam Pertanian
9.1 Pengertian hubungan kerja
9.2 Pembagian kerja dalam usahatani
9.3 Hubungan kerja keluarga
9.4 Hubungan kerja non-keluarga
9.5 Pola kerja musiman pertanian

BAB 10. Gender dan Keluarga dalam Pertanian
10.1 Konsep gender dalam sosiologi
10.2 Peran laki-laki dan perempuan dalam pertanian
10.3 Pembagian kerja berbasis gender
10.4 Peran keluarga dalam kegiatan pertanian
10.5 Dinamika rumah tangga petani

BAB 11. Mobilitas Sosial dalam Masyarakat Pertanian
11.1 Pengertian mobilitas sosial
11.2 Mobilitas sosial horizontal
11.3 Mobilitas sosial vertikal
11.4 Faktor pendorong mobilitas sosial
11.5 Dampak mobilitas terhadap struktur sosial pertanian

BAB 12. Nilai Kerja dan Etos Kerja Petani
12.1 Pengertian nilai kerja
12.2 Etos kerja dalam pertanian
12.3 Sikap kerja petani
12.4 Disiplin dan tanggung jawab kerja
12.5 Makna kerja dalam kehidupan petani

BAB 13. Integrasi Sosial dalam Masyarakat Pertanian
13.1 Pengertian integrasi sosial
13.2 Bentuk-bentuk integrasi sosial
13.3 Solidaritas sosial pedesaan
13.4 Konflik sosial dan penyelesaiannya
13.5 Harmoni sosial dalam kehidupan pertanian